Monday, 28 May 2012

KEJUARAAN SURATIN AJANG PEMILIHAN PEMAIN MUDA, SATRIA MUDA SUBANG SELATAN IKUT SURATIN JAWA BARAT

SATRIA MUDA SUBANG SELATAN IKUT KEJUARAAN SURATIN JAWA BARAT atas nama ROKSI SATRIA MUDA SUBANG SELATAN
SATRIA MUDA USIA 15

PEMAIN SURATIN SSB SATRIA MUDA SUBANG SELATAN  saat Ujicoba melawan SSB LOCOMOTIV BANDUNG



Thursday, 10 May 2012

Menciptakan Pemain Yang Berkarakter Tidaklah Mudah

Tingkat paling tinggi dalam semua aspek adalah penjiwaan, begitupun dalam hal sepakbola seseorang yang sudah bisa menjiwai akan memberikan kesan luar biasa bagi penggemar karena mampu memberikan keindahan dari gerakan-gerakan ataupun sentuhan-sentuhan yang dimiliki nya, berikutnya adalah karakter dari permainan, seseorang bisa kita kenal karena mempunyai karakter yang tidak dimiliki oleh orang lain,sebutlah dalam hal ini Leonel Messy, messi bisa kita kenal karena dia bisa menggiring bola dengan indah dan sulit untuk di hadang lawan, begitupun David Beckam, mampu menciptakan kesempatan membuat gol dengan tendangan bebas yang begitu akurat.Oliever Bierkhof dengan akurasi heading bola, dll. Hal-hal seperti inilah yang akan membuat penggemar bola selalu mengingat nama pemain.
Sebelum melanggah kepada  penjiwaan dan juga karakter bermain yang mesti kita persiapkan adalah latihan awal untuk pemain.
Sepak bola membutuhkan berbagai macam keterampilan yang di butuhkan tujuannya yaitu untuk bermain bagus dan indah, untuk menguasai keterampilan ini membutuhkan waktu pelatihan sepakbola yang  intensif dan teratur, baik sendiri maupun dengan tim. Berikut adalah tiga keterampilan utama yang dibutuhkan oleh pemain sepak bola dan cara mudah untuk menyempurnakan skill pemain.

1. Kontrol bola
Ini berarti dapat mengambil dan menjaga penguasaan bola dalam berbagai situasi, termasuk sementara berjalan dan sementara di bawah tekanan dari lawan. Salah satu cara terbaik untuk menguasai kontrol bola adalah bekerja dinding. Menendang bola ke dinding dan menanggapi rebound akan memungkinkan pemain awal untuk membiasakan diri dengan cara bola menanggapi gerakan kaki mereka.
2. bermain Satu lawan satu ( Man to man marking )
Apakah Anda seorang pemain ofensif atau defensif, interaksi dengan tim lawan akan menjadi kunci untuk keberhasilan Anda di bidang sepak bola. Untuk pemain defensif, yang paling penting pada seseorang bergerak memblokir memainkan serangan tim lain dan mengambil kepemilikan bola. Untuk pemain ofensif, ini berarti mampu mendapatkan lawan terakhir bola, biasanya baik dengan berpura-pura atau dengan mencari kelemahan dalam teknik mereka.
Ini benar-benar bermuara pada kemampuan dribbling, yang mudah untuk berlatih sendirian. Anda dapat berlatih bola menggiring bola dalam garis lurus atau membuat jalan yang lebih rumit dengan kerucut atau hambatan lainnya. Anda dapat berlatih palsu dengan membuat bola tampaknya akan dalam satu arah sebelum cepat bergerak lain.


3. Penguasaan bola
Salah satu keterampilan yang semua pemain sepak bola yang sukses memiliki kesamaan adalah kemampuan untuk secara akurat menendang bola. Ini berarti mengetahui tiga teknik menendang utama, yaitu lewat push, kurva, dan dorongan punggung kaki. Cara terbaik untuk melatih kemampuan penanganan bola adalah dengan menggunakan sejumlah besar bola dan bekerja pada satu teknik pada suatu waktu
Setelah Anda menguasai tiga keterampilan utama, sisanya hanya rincian. Kunci untuk belajar dasar-dasar sepak bola adalah latihan yang teratur, baik sebagai tim dan sendiri. Berlatih dasar-dasar sepak bola di rumah akan memungkinkan tim Anda untuk fokus pada tim membangun dan bekerja sebagai unit terkoordinasi di praktek. Tanpa peralatan khusus dan tidak ada pelatihan yang dibutuhkan, tidak ada yang berdiri antara Anda dan keberhasilan sepak bola Anda pantas.

Wednesday, 25 April 2012

Kronologis SSB Satria Muda Subang Selatan

DEDE ISKANDAR & RISDIANTO (Pelatih SSB 'SM)
Sepak  bola  merupakan  salah  satu  cabang  olahraga  yang  banyak  dibicarakan  dan diminati  oleh  sebagian  besar  penduduk  Indonesia, bahkan  kalau  melihat  ukuran  sekarang  permainan  sepak bola  tidak  hanya  sekedar hobi  tetapi  lebih  dari  itu  sudah  menjadi  profesi  yang  bisa  merubah  kesejahteraan  hidup  baik  untuk  diri  pemain  itu  sendiri  ataupun  untuk  sanak  saudaranya, banyak  sekali  pemain  yang  mempunyai  talenta  tinggi  mampu  menghasilkan  begitu  banyak  uang  dari  hasil profesi  olahraga  ini, dan  perlu  diingat  lagi  bahwa  banyak  pemain  yang  ikut  berlaga  di  kompetisi  nasional  baik  itu  Divisi  utama, Divisi  I, dan  Divisi  II,  ataupun  Liga  Super  Indonesia,  berasal  dari  diklat-diklat  sepak  bola,  baik  itu  dari  diklat  yang  sudah  banyak  dikenal  orang  seperti  diklat  Salatiga, Sawangan  ataupun  hanya  sekedar  sekolah  sepak  bola yang  sifatnya  amatiran.
Diklat  dan  SSB  diakui  ataupun  tidak  telah  memberikan  warna  untuk  mendukung  berkembangnya  persepakbolaan  nasional, tidak  jarang  pemain-pemain  yang  besar  lahir  dari  sekolah  sepakbola  yang  ada  di daerah  terpencil,  disamping  SSB  sebagai  sarana  untuk  menyalurkan  minat , bakat dan juga  hobi  anak-anak tetapi  SSB  ini  juga  ikut  mendukung  dalam  pencarian  bakat-bakat  pemain, dan  lebih  jauhnya  tidak  menutup  kemungkinan  suatu  saat  nanti  pemain  tersebut  akan  menjadi  pemain  yang  dibutuhkan  oleh  Bangsa  dan  Negara. 
Begitu  pula  yang  kami  lakukan di desa  Sarireja, desa  Sarireja  adalah  sebuah  desa  yang  berada  di  kecamatan  Jalancagak  Kabupaten  Subang, bisa  dikatakan desa  yang  jauh  dari  keramaian, jarak dari  desa  Sarireja  ke Kecamatan  Jalancagak kira-kira  5 Km, dan  ke Kabupaten  Subang  kira-kira  20 Km, mata  pencaharian  penduduknya  beragam  mulai  dari  petani,  buruh  perusahaan, karyawan, kuli bangunan, bahkan  sebagian  kecil  ada  yang  menjadi  pegawai  negeri  sipil (PNS). Kalaulah  kami  persentasikan  penduduk  desa  Sarireja  lebih  banyak  yang  tarap ekonominya  menengah  ke bawah dari  pada  yang  tarap  ekonominya  menengah  keatas. Tetapi  meskipun  desa  Sarireja  tertinggal dibanding  dengan  desa  yang  lainnya  akan  tetapi  kami  melihat  salah satu  aset  yang  dimiliki  desa  Sarireja yang  tidak  dimiliki  oleh  desa  yang  lainnya  yaitu  lapangan  sepak  bola  yang  lumayan  baik  untuk  ukuran  di daerah, dan  kami khawatir  kalaulah  tidak  kami  perhatikan  dan  dirawat  dengan  baik  lapangan  ini  akan  rusak.
Perlahan-lahan  kami  mencoba  untuk  memanfaatkan  lapangan  sepak bola  ini  dengan  mengadakan  latihan  anak-anak  dibawah  usia  19  tahun, anak-anak  yang  kami  latihpun  berasal  dari  wilayah  Subang  Selatan, mulai  dari  Palasari, Jalancagak,  Sarireja,  Cibitung,  Banceuy, Sarireja, Cimanglid, Kasomalang,  Panembong, Cijere, Cigore, Cisalak, dll.  anak-anak  yang  kami latihpun  dibagi  menjadi  beberapa  kelas  dari  mulai  SD, SMP, dan  SMA. Dan  Alhamdulillah  Kegiatan  ini  pun  sudah  berjalan  tiga  tahun.  SSB  SATRIA MUDA  SUBANG  SELATAN  berdiri  pada  tanggal 22 Juni  2007 di  desa  Sarireja Kecamatan  Jalancagak  Kabupaten  Subang.

Pertahan adalah Strategi Paling awal Untuk Sebuah Penyerangan

Om Berthy Tutuarima
Kalau kita lihat di berbagai club yang ada di dunia baik itu liga Spanyol, Inggris, Itali ataupun di dalam negeri  (Indonesia) sendiri, setiap tim masing-masing memperlihatkan karakter tim itu sendiri ada yang dominan mempunyai prinsif “penyerangan adalah pertahanan yang lebih efektif, ada juga yang sebaliknya yaitu “ pertahanan adalah penataan penyerangan yang lebih baik, yang akan saya ulas disini adalah sisi pertahanan.
Anda tidak bisa memenangkan pertandingan sepak bola tanpa menggunakan teknik sepak bola yang mengesankan untuk pertahanan. Biarkan saya memberi Anda wawasan yang singkat ke dalam strategi defensif. Strategi defensif adalah tentang memenangkan bola saat dekat ke gawang lawan 'mungkin.
Kompak Pembentukan Tim
Strategi defensif hanya bekerja jika pelatih mampu melatih tim dengan cara yang benar dan membantu tim mempertahankan bentuk kompak. Jika tim mempertahankan formasi kompak, itu akan membuat beberapa hal penting yang mungkin untuk membela tim.
Misalnya, sebuah tim dengan bentuk kompak berarti pemain bola bisa ditantang dengan cepat. Hal ini pada akhirnya akan mencegah dia dari bermain bola ke depan. Jika tidak mencegah, itu setidaknya akan menunda dia dari bermain bola ke depan.
Manfaat lain dari memiliki tim dengan formasi kompak adalah bahwa pemain menantang akan segera mendapatkan dukungan defensif. Di sini, peran pelatih menjadi penting. Pelatih harus mengajarkan tim bagaimana ke depan rekan satu tim menantang pemain dengan bola.
Pelatih juga harus mengajarkan pemain untuk menandai lawan di bidang bola dan menempati ruang penting tujuan-sisi bola. Ada manfaat lain dari tim dengan formasi kompak, seperti pemain akan tersedia untuk melacak lawan membuat maju berjalan.
Mengurangi Kemungkinan Dari mengakui tujuan
Pelatih juga harus mengajarkan pemain tentang bagaimana mengurangi kemungkinan kebobolan lebih lanjut. Untuk ini, pelatih harus menginstruksikan pemain bertahan di dalam dan sekitar daerah penalti mereka sendiri untuk mencapai tujuan tertentu.
Misalnya, mereka harus mencoba untuk menjadi yang pertama untuk bola. Mereka harus bergerak menuju kliring bola dengan ketinggian, jarak dan lebar. Mereka juga harus tahu bagaimana membela area tiang jauh. Terakhir, namun tidak sedikit, mereka harus belajar bagaimana untuk tidak terjebak dalam kepemilikan di ketiga membela lapangan.
Ketika datang untuk mengajar teknik sepak bola untuk pertahanan, pelatih harus mengajarkan para pemain untuk tetap dalam segitiga yang dibentuk oleh posisi bola, posisi lawan langsung mereka dan pusat tujuan.

Monday, 23 April 2012

INDONESIA OLD STAR, Bangga dengan 'Garuda Di Dada'

PSSI '75 - Old Star ( Simson Rumah Pasal )
 Om Simson Rumah Pasal & Pengurus SSB Satria Muda Subang
SIMSON RUMAH PASAL
Pemain PSSI era-80 an,
Beliau mantan pemain dan juga pelatih yang kharismatik, meskipun memiliki segudang prestasi semasa jadi pemain PSSI baik  prestasi Nasional ataupun Internasional  tetapi tetap saja ramah, kasih sayang adalah   
Berthy Tutuarima (PSSI 'GARUDA)

Marzuki Nya'mat (PSSI '80)
Encas Tonif (PSSI '80)
Banyak sekali pelajaran yang kami ambil disaat beliau menjadi pelatih kami, begitu perhatian penuh terhadap pemain karena beliau menyadari bahwa pelatih bisa terkenal karena pemain yang dididiknya , dan yang paling saya ingat ketika bertemu kata pertama yang seringkali  beliau tanyakan adalah... Sudah makan belum.? begitu perhatiannya terhadap sesama.

PEMAIN PSSI GARUDA

Jemmy Pieter's, Nurhadi, Suhatman, Hadi Iswanto, Ronny Patinasarani, Nobon, Waskito, Lukman Santoso, Martin Juffari, Niko Pattipeme, Jacobus Mubilala, Timo Kapissa, Johanis Auri, Albert Pahelerang, Robby bi Nur, Simson Rumah Pasal, Edi Sabenam, Benny Jansenem, Cobus Makenuay, Deddy Sutendi, Abdi Tunggal, Hengki Rumere, Johanes Cakadewa, Hengky Heipon.

PEMAIN PSSI UTAMA ( PEMAIN YANG KEMBALI DARI BRAZIL)

Ronny Patinasarani, Simson Rumah Pasal, Chris Wacano, Berthy Tutuarima, Subangkit, Nasir Salasa, Didi Darmadi, Dayid Sulaksmono, Mundari Karya, Bambang Nurdiansyah, Bambang Sunarto, Suapri, Salim Alkatiri, Budi Yohanes, Imam Murtanto, Joko, Rully Nere, Bonar Tobing, Endang Tirtana, Estefanus Siray, Mettu Dwaramory.


                                                                                                                                                                    














Wajah-wajah Pemain PSSI dari 3 Generasi


















Sunday, 22 April 2012

Nasib Pemain Daerah


Add caption

Kalau  kami  amati sebenarnya  banyak  sekali calon-calon  pemain  yang  berbakat yang  ada  di daerah-daerah  terpencil,  yang menjadi  pertanyaan  kenapa  pemain  tersebut  tidak  berkembang….?
memang  banyak  sekali  faktor  yang  menjadi  kendala  tidak  berkembangnya  pemain-pemain  di  daerah  diantaranya :

Om Simson & Om Berthy saat berkunjung ke SSB Satria Muda SubangSelatan
1.    Kurangnya  tenaga  Profesional ( PELATIH ) yang  perduli  apalagi  terjun  langsung  ke  daerah  terpencil  untuk  memberikan  arahan-arahan  ( motivasi ) kepada  pemain. Hal  ini  terjadi  karena  mungkin  saja  faktor  kesibukan  ataupun  mungkin  saja  dikarenakan  kurang  keperdulian dari  orang  yang  mempunyai  potensi  besar  kearah  kepelatihan  atau  mungkin  saja  di karenakan  keterbatasan faktor finansial yang di dapat  dari daerah  itu, karena  kami  yakin  untuk  ukuran  sekarang  segala  sesuatu  itu  harus  dengan  imbalannya.

2.    Keterbatasan informasi pemain-pemain di daerah yang hanya memandang  bahwa  sepak bola hanya sekedar hobi yang tidak akan menghasilkan  apa-apa itu dikarenakan  tidak ada  yang bisa dijadikan contoh atau belum adanya pemain  yang  bisa  menghasilkan  kesejahteraan  yang  dihasilkan  dari  sepak bola. Akan  tetapi  kalau  mereka  mengetahui  untuk  zaman  sekarang  yang  serba  sulit  jangankan  mendapatkan  kesejahteraan  mendapatkan  kerja pun  susah.  Olah  raga  sepak bola  bisa  menjamin asal prestasi  kita  bagus  dan  kita  berusaha  professional  dan  disiplin  dalam  segala  hal. Tiga  hal  yang  harus  diperhatikan  disiplin  ilmu     ( harus  masuk  pada  zona  latihan  Intensiv ),  disiplin  makanan,  dan  disiplin  Istirahat ( tidur  malam ).

3.    Keterbatasan  keilmuan  pembimbing dalam  memberikan  materi  latihan  kepada  pemain  jika  pembimbing  yang  bersangkutan  bukan  dari  kepelatihan ( tidak  mempunyai  sertifikat  kepelatihan )  atau  bukan  mantan  pemain  professional.

4.    Keterbatasan  jaringan ke untuk meneruskan bakat pemain , khususnya  para  pembimbing  di daerah  sehingga  pemain  yang  bagus  didaerahnya  sulit  untuk  mengembangkan ke  CLUB  atau  Team  yang  lebih  bagus yang  memiliki  agenda  kompetisi  yang  intensif  dan  sering  di pantau  oleh  pemilik  TEAM  yang  lebih  besar ( lebih  syarat  akan  kemajuan  pemain baik  dari  segi  prestasi  ataupun  kesejahteraan).

5.    Sarana  latihan  yang  kurang  memadai  sehingga  untuk  melaksanakan  program  latihan  terhambat  yang  akan  mengakibatkan  kurang  maksimalnya  hasil  latihan.

6.    Kurangnya  rasa  keperdulian  terhadap  penataan  masyarakat  khususnya  untuk  mengarahkan  generasi  muda  ke  arah  hal  yang  positiv.

Dari  ke enam  faktor  tersebut  dengan  kemampuan  yang  ada  kami  merasa  terdorong  untuk  terlibat  langsung  demi  tersalurkannya  minat  dan  bakat  anak-anak/pemain sepak bola khususnya  yang  berada  di  Subang  Selatan.





Ujicoba di Stadion Purnawarman Purwakarta dengan SSB Campus













Followers